Spektrofotometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur nilai absorbansi suatu sampel. Dengan spektrofotometer, anda dapat mengetahui konsentrasi atau kandungan suatu senyawa di dalam sampel dengan akurat dan cepat.
Spektrofotometer banyak digunakan di laboratorium pendidikan, penelitian, industri makanan, farmasi, lingkungan, hingga pengujian kualitas air. Bagi orang awam, pelajar atau mahasiswa, pengetahuan mengenai alat spektrofotometer kadang membingungkan. Untuk itu, pada artikel ini kami akan lakukan pembahasan tentang alat spektrofotometer layaknya anda sedang berkuliah.

Pada artikel kali ini kita akan mengenal salah satu alat laboratorium yang sangat sering digunakan dalam dunia penelitian, pengujian kualitas air, industri makanan, hingga laboratorium farmasi, yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Baik saya akan memulai dengan mengajak anda untuk melihat gambar spektrofotometer dan bentuk spektrofotometer yang umum ditemui di laboratorium
1. Gambar Spektrofotometer UV Vis
Silahkan dilihat beberapa gambar spektrofotometer berikut ini:





1.1. Bentuk Spektrofotometer
Jika dijabarkan dalam kata-kata, spektrofotometer adalah alat laboratorium berukuran sedang yang biasa diletakan di atas meja. Jika dikira-kira ukurannya panjang sekitar 60cm, lebar sekitar 50cm dan tinggi sekitar 25cm. Warna didominasi warna putih bersih dengan corak merah seperti bendera negara Republik Indonesia.
Lebih lanjut, bentuk alat spektrofotometer itu mirip-mirip, dengan beberapa tipe yang cukup beragam. Umumnya ada beberapa slot kuvet untuk menempatkan sampel. Spektrofotometer ini bisa dioperasikan secara langsung dengan menekan tombol-tombol yang tersedia maupun bisa dihubungkan ke PC/Laptop/Tablet.
Jika ingin melihat lebih jelas gambar spektrofotometer uv vis, anda bisa melihatnya pada artikel berikut : “Melihat Spektrofotometer Single Beam Lebih Dekat”
Setelah melihat beberapa gambar spektrofotometer, mari kita lanjutkan pembahasan ke pengertian spektrofotometer.
2. Pengertian Spektrofotometer
Spektrofotometer adalah sebuah alat laboratorium yang memiliki kemampuan untuk mengukur seberapa besar suatu sampel atau zat menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Tujuan utama dari alat spektrofotometer ini digunakan untuk mengukur konsentrasi atau kandungan pada sampel tersebut dengan cepat dan akurat merujuk pada nilai absorbansi suatu sampel.
Masih dalam hal yang sama, banyak orang mengenal spektrofotometer uv vis juga sebagai teknik spektrofotometri ultra violet dan sinar tampak. Jadi jika anda sedang mempelajari tentang spektrofotometri ultra violet dan sinar tampak, ini adalah artikel yang sama.
Teknik spektrofotometer uv vis adalah metode analisis modern yang merupakan pengembangan dari metode konvensional. Dimana dengan spektrofotometer uv vis analisis akan lebih sensitif, sehingga sampel dalam jumlah kecil pun sudah dapat terdeteksi.
Pemahaman mengenai spektrofometer ini sebetulnya akan lebih mudah jika anda sudah memahami mengenai kimia analitik. Dimana di dalamnya terdapat perhitungan konsentrasi.
Untuk dapat memahami spektrofotometri uv vis secara mendalam, sebetulnya kita dituntut untuk memahami beberapa hal, yakni:
- Interaksi materi dengan energi
- Hukum dasar serapan
- Cara kerja setiap komponen dalam spektrofotometer, dan
- Teknik pengukuran menggunakan spektrofotometer UV/Vis
Video singkat tentang pengertian spektrofotometer bisa anda lihat pada video berikut ini:
Pembahasan 4 point diatas tentu perlu lebih mendalam, penulis akan melanjutkan pembahasannya setelah menyampaikan beberapa pengertian spektrofotometer. Berikut adalah beberapa pengertian spektrofotometer dari beberapa sumber yang perlu anda ketahui:
2.1. Pengertian Spektrofotometer Menurut Wikipedia
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu objek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang diserap sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet. sumber: wikipedia
2.2. Pengertian Spektrofotometer Menurut Andaru Persada Mandiri
Spektrofotometer adalah sebuah instrument laboratorium yang menggunakan teknik spektroskopi untuk mempelajari(menganalisa) tentang absorpsi dan emisi radiasi dari suatu senyawa. sumber: andarupm
2.3. Pengertian Spektrofotometer Menurut Blog Lab
Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang diabsorpsi atau diemisi oleh suatu sampel. sumber: bloglab
2.4. Pengertian Spektrofotometer Menurut Fithrul Mubarok pada Researchgate
Spektrofotometer adalah metode untuk mengukur berapa banyak substansi kimia, ini diukur dengan mengukur banyaknya absorbsi dari cahaya yang dilewatkan pada sampel larutan. Cahaya yang dilewatkan disebut juga beam. Cahaya ini dilewatkan dengan panjang gelombang (lamda) tertentu. sumber: reserachgate
2.5. Pengertian Spektrofotometer Menurut Science Direct
A spectrophotometer is defined as an instrument that measures the intensity of transmitted radiation at specific wavelengths, utilizing components such as a source of radiation, collimators, prisms or diffraction gratings, sample holders, and devices for detecting and recording the transmitted radiation.
Jika diterjemahkan:
Spektrofotometer didefinisikan sebagai instrumen yang mengukur intensitas radiasi yang ditransmisikan pada panjang gelombang tertentu, dengan menggunakan komponen seperti sumber radiasi, kolimator, prisma atau kisi difraksi, tempat sampel, dan perangkat untuk mendeteksi dan merekam radiasi yang ditransmisikan. sumber: sciencedirect
Setelah mengetahui beberapa penjelasan tentang pengertian spektrofotometer, tidak menjadi serta-merta anda memahami mekanisme dan bagaimana spektrofotometer bekerja. Untuk itu mari kita lanjutkan.
3. Memahami Spektrofotometer
Setelah pada pembahasan sebelumnya sudah mendapat info tentang spektrofotometer yang membutuhkan cahaya untuk proses analisis. Sekarang mari kita bedah satu per satu secara berurutan.
Cahaya kita sepakati bersama sebagai bentuk gelombang, dan sebagai foton yang mempunyai energi (E).
Dalam suatu sampel tersusun dari materi-materi seperti senyawa, molekul, gugus fungsi dan atau sejumlah elektron.
3.1. Interaksi Cahaya
Jika cahaya yang memiliki energi berinteraksi dengan materi akan terjadi beberapa kemungkinan, seperti:
- Absorpsi atau penyerapan cahaya adalah suatu kondisi ketika suatu materi menyerap energi cahaya yang mengenainya. Sebagai contoh anda menyorotkan cahaya senter ke gelas berisi teh manis. Kekuatan cahaya yang berasal dari lampu sebagian terserap oleh pekatnya warna teh.
- Transmisi atau penerusan cahaya adalah kondisi dimana cahaya melewati suatu materi dan keluar dari sisi lainnya. Sebagai contoh anda yang sedang tidur di malam hari dikejutkan oleh suara aneh dari luar rumah. Dengan rasa penasaran anda menyorotkan senter ke luar rumah melewati kaca jendela. Cahaya dari dalam kamar menyorot hingga ke area gelap luar rumah, dimana kaca jendela yang bening meneruskan cahaya.
- Refleksi atau pemantulan cahaya adalah kondisi dimana cahaya yang mengenai suatu materi dipantulkan ke area lain. Sebagai contoh dikamar yang gelap anda menyorotkan cahaya senter ke cermin. cahaya yang mengenai cermin tidak diserap oleh cermin, tidak juga diteruskan hingga tembuh garis lurus, melainkan dipantukal dengan sudut-sudut sesuai dengan area sorotan.
- Difraksi atau pelenturan/penyebaran cahaya adalah kondisi dimana cahaya melewati celah sempit kemudian menyebar ke area sekitar. Sebagai contoh cahaya pada senter yang tidak selalu lurus menuju suatu titik, melainkan menyebar ke area sekitar dengan intensitas yang lebih kecil dibanding fokus area.
3.2. Cahaya dan Gelombang Cahaya
Cahaya yang kita tahu secara sederhana itu adalah kondisi dimana kita bisa melihat objek dengan jelas bentuknya. Anggaplah di malam hari di ruang kamar kita mematikan lampu, ruangan terasa gelap dan tidak bisa melihat apa apa. Namun setelah menyalakan lampu kita jadi bisa melihat benda-benda di sekitar dengan jelas. Lanjut ke mode tidur kita mengganti lampu utama menjadi lampu tidur yang lebih redup, sehingga nyaman untuk tidur. Itulah cahaya dan ternyata ada intensitasnya.
Menghubungkan dengan topik utama tengang spektrofotometer uv vis atau spektrofotometer ultra violet sinar tampak ini jelas berhubungan dengan cahaya. Cahaya itu memiliki panjang gelombang yang beragam. Umumnya pada spesifikasi spektrofotometer uv vis terdapat point wavelength range(rentang panjang gelombang) di 190-1100nm. Namun sebenarnya bagaimana penjelasan rentan panjang gelombang ultraviolet dan cahaya tampak?
Kalau kita mau bedah lebih dalam lagi, ultraviolet saja dibagi menjadi 2, yakni ultraviolet jauh dengan rentang gelombang ±10-200nm, dan ultraviolet dekat rentang ±200-400nm. Kita sebagai manusia tidak memiliki kemampuan melihat cahaya ultraviolet, namun beberapa hewan seperti serangga, burung, lebah dan reptil memiliki kemampuan itu. Pada cahaya ultraviolet semakin kecil panjang gelombang maka semakin besar energi fotonnya.
Beberapa pendapat ahli menyebutkan cahaya tampak berada di rentang panjang gelombang ±380-800nm. Karena ini cahaya tampak, maka mata manusia mampu melihat cahaya tersebut. Mungkin lebih mudahnya jika kita menyebutkan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu. kita tahu kan jenis-jenis warna itu, nah setiap warna cahaya memiliki panjang gelombang yang spesifik.
3.3. Kromofor dan Auksokrom
Bagaimana suatu materi dapat menyerap cahaya? saya akan mulai mejelaskan dari istilah senyawa organik.
3.3.1. Senyawa Organik
Senyawa organik adalah senyawa kimia yang umumnya memiliki kerangka atom karbon (C), biasanya terikat dengan hidrogen (H), dan dapat pula mengandung oksigen (O), nitrogen (N), sulfur (S), atau unsur lainnya.
Karbon dapat berikatan dengan atom lain untuk membentuk rantai, cabang, atau cincin. Susunan inilah yang menghasilkan berbagai jenis senyawa organik. Beberapa contoh senyawa organik diantaranya:
- Etanol (alkohol) terdapat dalam berbagai produk sehari-hari.
- Glukosa yang merupakan salah satu jenis gula.
- Asam asetat yaitu asam yang terdapat dalam cuka.
- Kafein yaitu senyawa yang terdapat dalam kopi dan teh.
3.3.2. Struktur Molekul
Struktur molekul adalah cara atom-atom tersusun dan saling terikat di dalam suatu molekul.
Coba anda bayangkan molekul seperti bangunan yang tersusun dari berbagai komponen. Atom adalah bahan bangunannya, sedangkan ikatan kimia adalah penghubung antaratom.
Sebagai contoh, etanol memiliki rumus(C2H6O). Atom karbon, hidrogen, dan oksigen tersusun dengan pola tertentu sehingga membentuk molekul etanol. Struktur molekul dapat memiliki:
- Ikatan tunggal, misalnya C–C.
- Ikatan rangkap dua, misalnya C=C.
- Ikatan rangkap tiga, misalnya C≡C.
- Pasangan elektron bebas, misalnya pada atom oksigen.
Perbedaan susunan atom dan ikatan ini memengaruhi perilaku elektron ketika molekul berinteraksi dengan cahaya. Dimana struktur molekul menentukan perbedaan tingkat energi elektron. Ketika energi foton sesuai dengan selisih tingkat energi tersebut, molekul dapat menyerap cahaya.
3.3.3. Elektron Berikatan
Elektron berikatan adalah elektron yang terlibat dalam pembentukan ikatan kimia antara dua atom. Dalam istilah asing, elektro berikatan ini sering dikenal dengan bonding electrons.
Sebagai contoh, pada ikatan C–C, kedua atom karbon berbagi sepasang elektron untuk membentuk ikatan kovalen. Ada dua jenis ikatan yang penting untuk memahami UV-Vis:
- Ikatan sigma (σ): ikatan yang terbentuk melalui tumpang tindih orbital atom secara langsung. Contohnya, ikatan tunggal C–C dan C–H.
- Ikatan pi (π): ikatan tambahan yang terdapat pada ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Contohnya, ikatan C=C memiliki satu ikatan sigma dan satu ikatan pi.
Mengapa ini perlu diketahui? Elektron pada ikatan sigma umumnya memerlukan energi lebih besar untuk mengalami transisi elektronik dibandingkan elektron pada ikatan pi. Elektron pi dapat mengalami transisi ketika menyerap energi UV yang sesuai.
Dalam spektroskopi, salah satu transisi yang dikenal adalah: π→π*
Artinya, elektron dari orbital ikatan pi berpindah ke orbital antiikatan pi yang memiliki energi lebih tinggi setelah menyerap foton dengan energi yang sesuai.
3.3.4. Elektron Nonikatan
Elektron nonikatan adalah elektron yang tidak digunakan untuk membentuk ikatan kimia. Elektron ini biasanya berada sebagai pasangan elektron bebas (lone pair) pada atom tertentu. Contoh yang mudah dipahami adalah molekul air(H2O). Atom oksigen memiliki dua pasangan elektron bebas yang tidak digunakan untuk mengikat atom hidrogen.
Pasangan elektron bebas juga ditemukan pada atom oksigen dan nitrogen dalam banyak senyawa organik.
Dalam UV-Vis, elektron nonikatan dapat menyerap energi dan mengalami transisi, misalnya: η→π*
Huruf η menunjukkan orbital yang ditempati elektron nonikatan, sedangkan π* menunjukkan orbital antiikatan pi.
Contohnya, gugus karbonil (C=O) pada aseton memiliki elektron nonikatan pada oksigen dan elektron pi pada ikatan rangkapnya. Elektron-elektron tersebut memungkinkan transisi elektronik tertentu ketika menyerap cahaya.
Perbedaan sederhananya:
- Elektron berikatan: berperan dalam mengikat atom.
- Elektron nonikatan: tidak berperan langsung dalam ikatan dan biasanya berada sebagai pasangan elektron bebas.
Keduanya dapat terlibat dalam penyerapan UV, bergantung pada struktur molekul dan energi cahaya yang tersedia.
3.3.5. Gugus Fungsi Senyawa Organik
Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom tertentu dalam molekul yang memberikan sifat kimia khas pada suatu senyawa.
Bayangkan sebuah molekul sebagai kendaraan. Kerangka karbon adalah badan kendaraannya, sedangkan gugus fungsi seperti komponen yang menentukan fungsi atau karakter tertentu.
Beberapa contoh gugus fungsi:
| Gugus fungsi | Bentuk umum | Contoh senyawa |
| Hidroksil | –OH | Etanol |
| Karbonil | C=O | Aseton |
| Karboksil | –COOH | Asam asetat |
| Amino | –NH₂ | Metilamina |
| Eter | C–O–C | Dietil eter |
Mengapa gugus fungsi penting dalam UV-Vis?
Gugus fungsi memengaruhi susunan elektron dan tingkat energi dalam molekul. Sebagian gugus fungsi memiliki elektron pi atau pasangan elektron bebas yang dapat terlibat dalam transisi elektronik.
Namun, tidak semua gugus fungsi menyerap UV-Vis dengan kuat atau menghasilkan penyerapan pada panjang gelombang yang sama.
Sebagai contoh, gugus karbonil pada aseton memiliki karakteristik penyerapan UV yang berbeda dari ikatan rangkap pada senyawa lain.
3.3.6. Kromofor
Kromofor adalah bagian dari molekul yang bertanggung jawab atas penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu, terutama di wilayah UV-Vis. Kromofor sering memiliki ikatan rangkap atau sistem elektron yang memungkinkan transisi elektronik akibat penyerapan cahaya. Contohnya:
- Ikatan C=C pada sistem ikatan rangkap terkonjugasi.
- Gugus karbonil C=O.
- Sistem ikatan rangkap terkonjugasi pada beta-karoten, pigmen yang memberikan warna oranye pada wortel.
Apa itu ikatan rangkap terkonjugasi? Ikatan rangkap terkonjugasi adalah susunan ikatan tunggal dan rangkap yang berselang-seling, misalnya:
C=C-C=C-C=C
Susunan ini memungkinkan elektron pi terdelokalisasi, yaitu tersebar pada beberapa atom, bukan hanya berada di antara dua atom tertentu.
Akibatnya, perbedaan energi antara tingkat elektronik tertentu dapat menjadi lebih kecil. Senyawa tersebut pun dapat menyerap cahaya pada panjang gelombang yang lebih panjang dibandingkan senyawa sejenis dengan sistem konjugasi yang lebih pendek. Inilah salah satu alasan beta-karoten dapat menyerap cahaya tampak dan terlihat berwarna oranye.
Hubungannya dengan spektrofotometer UV-Vis: kromofor merupakan bagian penting dari molekul yang menentukan karakteristik penyerapan cahaya. Panjang gelombang penyerapan maksimum suatu senyawa sering ditulis sebagai λmaks.
3.3.7. Auksokrom
Auksokrom adalah gugus yang ketika terikat pada kromofor dapat mengubah karakteristik penyerapan cahaya, misalnya panjang gelombang penyerapan atau intensitasnya. Contoh gugus yang dapat berperan sebagai auksokrom adalah:
- Hidroksil (–OH).
- Amino (–NH₂).
- Gugus lain yang memiliki pasangan elektron bebas dan dapat berinteraksi dengan sistem elektron kromofor.
Bayangkan kromofor sebagai bagian utama yang menyerap cahaya, sedangkan auksokrom seperti komponen tambahan yang mengubah cara bagian utama tersebut berinteraksi dengan cahaya.
Contohnya, ketika gugus –OH terikat pada cincin benzena, terbentuk fenol. Gugus –OH dapat memengaruhi distribusi elektron pada cincin aromatik dan mengubah karakteristik penyerapan UV dibandingkan benzena itu sendiri.
Perubahan tersebut bergantung pada struktur molekul dan lingkungan kimianya. Auksokrom tidak selalu menyebabkan pergeseran ke panjang gelombang yang lebih besar; efeknya dapat berbeda pada senyawa yang berbeda.
3.3.8. Keterkaitan Konsep Tersebut
Setelah membahas mengenai senyawa organik, struktur molekul, elektron berikatan, elektron nonikatan, gugus fungsi senyawa organik, kromofor dan auksokrom bagaimana cara memahaminya dalam hubungannya. Mari perhatikan alur penjelasan berikut:
- Senyawa organik tersusun dari atom-atom yang membentuk molekul.
- Struktur molekul dan gugus fungsi menentukan susunan ikatan, elektron berikatan, dan elektron nonikatan.
- Kromofor merupakan bagian molekul yang menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu.
- Auksokrom adalah gugus yang dapat mengubah karakteristik penyerapan kromofor.
- Penyerapan cahaya UV-Vis terjadi dimana elektron menyerap foton yang sesuai dan mengalami transisi ke tingkat energi yang lebih tinggi.
Inti yang paling penting untuk memahami UV-Vis: struktur molekul menentukan susunan elektron, sedangkan susunan elektron menentukan transisi energi yang mungkin terjadi. Kromofor berperan penting dalam penyerapan cahaya, dan auksokrom dapat memengaruhi panjang gelombang maupun intensitas penyerapan tersebut.
Itulah sebabnya dua senyawa yang memiliki struktur berbeda dapat menghasilkan spektrum UV-Vis yang berbeda pula. Spektrum tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi senyawa atau mengukur konsentrasinya dalam sampel.
3.4. Paham Spektrofotometer
Mari pahami spektrofotometer sebagai alat laboratorium atau instrumen laboratorium yang digunakan untuk mempermudah menganalisa suatu suatu sampel berdasarkan nilai absorbansinya. Sampel yang bisa diuji di spektrofotometer adalah sample yang berupa larutan jernih yang dimana senyawa kimia di dalamnya mengandung gugus kromofor dan auksokrom.
Untuk sampel perlu diperhatikan beberapa persyaratan pelarut yang dipakai antara lain:
- Harus melarutkan sampel dengan sempurna.
- Pelarut yang dipakai tidak mengandung ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur molekulnya dan tidak berwarna (tidak boleh mengabsorpsi sinar yang dipakai oleh sampel)
- Tidak terjadi interaksi dengan molekul senyawa yang dianalisis
- Kemurniannya harus tinggi.
Berikut adalah daftar pelarut yang mengabsorbsi sinar uv pada panjang gelombang yang spesifik:
| Pelarut | λmaks, nm |
| Asetronitril | 190 |
| Kloroform | 240 |
| Sikloheksana | 195 |
| 1-4 dioksan | 215 |
| Etanol 95 % | 205 |
| Benzena | 285 |
| n- heksana | 201 |
| Metanol | 205 |
| Isooktana | 195 |
| Air | 190 |
| Aseton | 330 |
| Piridina | 305 |
4. Perbedaan Spektrofotometer, Spektrometer dan Fotometer
Dalam memahami spektrofotometer, kadang-kada kita sering mendengar istilah yang mirip-mirip, namun sering diabaikan. Istilah itu adalah spektrometer, fotometer dan spektrofotometer. Berikut adalah sedikit pembahasannya:
4.1. Spektrometer
Spektrometer adalah alat yang digunakan untuk memisahkan dan menganalisis cahaya berdasarkan spektrum panjang gelombangnya. Point utamanya adalah menganalisis spektrum cahaya
4.2. Fotometer
Fotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas atau kekuatan cahaya. Point pentingnya adalah mengukur intensitas cahaya.
4.3. Spektrofotometer
Spektrofotometer merupakan gabungan konsep spektrometer dan fotometer untuk menganalisis sampel menggunakan panjang gelombang tertentu. Di dalam spektrofotometer terdapat sistem spektrometer (pemilih panjang gelombang) dan sistem fotometer (pengukur intensitas cahaya). Dapat disimpulkan spektrofotometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur seberapa banyak cahaya yang diserap atau diteruskan oleh suatu sampel pada panjang gelombang tertentu.
Setelah memahami pengertian spektrofotometer, mari kita lanjutkan pembahasan ke fungsi spektrofotometer.
Fungsi Spektrofotometer
Dasar utama fungsi spektrofotometer adalah mengukur interaksi cahaya dengan suatu sampel yang ditempatkan pada kuvet. Pengukuran tersebut akan begitu spesifik karena berhubungan dengan panjang gelombang yang perlu disesuaikan dengan jenis sampel. Dari pengukuran tersebut akan didapatkan informasi kandungan dan karakteristik suatu zat.
Jika sudah diketahui fungsi secara teknisnya, maka penggunaan spektrofotometer bisa digunakan untuk:
- Mengukur konsentrasi zat
- Mengidetifikasi senyawa dan karakteristik sampel
- Mengukur absorbansi(seberapa banyak cahaya diserap), dan mengukur transmitansi(seberapa banyak cahaya dilewatkan).
Lalu, bagaimana contoh nyata penggunaan spektrofotometer agar kami lebih mudah mencerna dengan kondisi di laboratorium?
Oke, saya menghubungkan penggunaan spektrofotometer di laboratorium untuk pengujian sampel-sampel di kehidupan nyata. Lanjutan penjelasannya seperti ini, spektrofotometer digunakan untuk:
- Pengujian kualitas air
- Industri makanan
- Industri farmasi
Pengujian Kualitas Air dengan Spektrofotometer

Bayangkan ada sebuah pabrik yang berlokasi berdampingan dengan lingkungan penduduk. Pabrik tersebut dalam kegiatan produksinya menggunakan beberapa bahan kimia dalam jumlah banyak untuk menghasilkan produk. Kemudian di tahap akhir bahan kimia akan menjadi limbah yang perlu dibuang dengan penanganan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dalam pengujian kualitas air parameter yang diuji adalah nitrit, nitrat dan fosfat. Yang perlu anda ketahui jika nitrat dalam dalam air minum tinggi dan dikonsumsi secara terus-menerus dapat memicu terbentuknya kanker.
Pabrik dengan limbah kimia itu bisa saja membuang air limbah langsung ke saluran pembuangan, yang bisa jadi limbah tersebut terserap oleh tanah dan air tanah kemudian dikonsumsi dalam jangka panjang oleh penduduk sekitar. Hal ini tentu dilarang, karena menimbulkan kerusakan bagi lingkungan.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Pabrik membuat wilayah pengolahan air limbah. Mereka perlu melakukan pengolahan air limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Fungsi pengolahan ini adalah untuk menurunkan kadar cemaran hingga berada di batas normal. Di sinilah peran alat spektrofotometer, fungsinya digunakan untuk menganalisa konsentrasi cemaran zat tertentu pada air limbah. Jika dirasa cemaran masih tinggi maka proses pengolahan air limbah perlu diteruskan hingga mencapai batas normal. Lalu jika cemaran sudah berada di batas normal maka limbah bisa dibuang secara aman.
Penggunaan Spektrofotometer di Industri Makanan

Makanan yang kita tahu adalah sumber nutrisi bagi tubuh untuk dikonsumsi. Sering kita mengenal istilah real food seperti daging, kacang, sayur, buah. Ada juga makanan olahan seperti jelly, permen, chiki, nugget dan sosis.
Lebih berfokus pada makanan olahan seperti nugget dan sosis. Jika kalian mulai serius mengamati informasi nilai gizi pada makanan olahan nugget, kita sering berfokus pada protein dan lemak. Protein dan lemak ini bisa saja didapat dari bahan baku daging ayam atau bahkan bahan tambahan.

Lalu bagaimana pengujian kesesuaian informasi nilai gizi yang tertulis pada kemasan sesuai dengan kondisi sebenarnya?
Disinilah alat spektrofotometer memiliki peran untuk melakukan pengujian tersebut.
Sampel nugget akan diambil sebagian, ditimbang, dihancurkan, dilarutkan dengan larutan tertentu. Kemudian disaring dan ditambahkan reagen pembentuk warna. Campuran sampel dan reagen tersebut dimasukan ke kuvet kemudian dihitung nilai absorbansinya menggunakan spektrofotometer.
Dari proses inilah baru nanti diketahui apakah nilai gizi yang tertulis pada kemasan sesuai dengan produk di dalam kemasan.
Uji Spektrofotometer di Industri Farmasi

Bagi orang yang bekerja di pabrik obat(farmasi) mungkin sudah sangat terbiasa dengan berbagai pengujian. Spektrofotometer adalah alat yang biasa digunakan oleh para analis untuk menguji kandungan obat. Namun bagi orang awam yang belum ada pengalaman akan kesulitan memahami 500mg parasetamol pada sebuah tablet.
Nah, disini saya akan coba menjelaskan sedikit peran spektrofotometer dalam hubungannya dengan obat.
Formulasi obat itu dibuat para ahli farmasi untuk mencegah/mengobati/meringankan suatu gejala yang dirasa. Jika anda berobat ke dokter diberi obat dengan resep dan dosis konsumsi, misal sehari 3 kali.
Alat spektrofotometer ini digunakan untuk menguji kualitas obat pada bagian RnD dan QC. Intinya memastikan bahan yang terkandung sesuai dengan tertulis pada kemasan obat.
Anggaplah ada 2 jenis obat yang tertulis di kemasan mengandung 500mg parasetamol, yakni
- Obat merk A dengan harga 5000 rupiah per strip, dan
- Obat merk B dengan harga 15.000 rupiah per strip.
Suatu hari anda sakit demam dan meminum obat merk B sebanyak 1 butir, tidak lama kemudian demam mereda dan badan lebih nyaman.
Pada waktu yang berbeda, anda sakit demam lagi kemudian anda meminum obat merk A sebanyak 1 butir. Anda merasa tidak ada efek yang meredakan, badan masih demam. Lalu teman anda menyarankan coba tambah dosisnya dan minum obatnya menjadi 2 butir sekali minum. Setelah meminum 2 tablet obat dalam sekali minum ternyata demam segera turun dan tubuh jauh lebih nyaman.
Hipotesa sementara, kalau saya sakit demam kemudian saya minum obat merk B cukup 1 butir, namun jika minum obat merk A harus 2 butir. Padahal pada kedua obat tersebut sama-sama tertulis 500mg parasetamol.
Lalu untuk apa mahasiswa perlu tahu dan menguasai cara menggunakan spektrofotometer?
Penggunaan Spektrofotometer di Sekolah dan Kampus

Bagi mahasiswa yang kuliah berkaitan dengan dunia laboratorium seperti pangan, farmasi, lingkungan, kesehatan, maupun industri kimia tahu dan bisa menggunakan spektrofotometer adalah hal yang penting.
Melanjutkan hal tersebut, alat spektrofotometer dianggap sebagai salah satu alat dasar yang wajib dipahami sebelum mahasiswa masuk ke penelitian atau dunia kerja laboratorium.
Sekarang coba anda bayangkan jika mahasiswa lulus kuliah kemudian akan melamar ke pabrik farmasi, dalam kualifikasi tertulis mampu dan mahir menggunakan spektrofotometer uv-vis. Lalu jika lulusan tersebut ternyata tidak mahir atau bahkan belum pernah mengoperasikan alat spektrofotometer uv-vis, apa akan diterima bekerja di pabrik farmasi tersebut?
Bagian penting yang perlu saya garis bawahi adalah: Dalam bidang edukasi seperti SMK, Diploma dan Universitas keberadaan alat spektrofotometer memang diperuntukan sebagai media pembelajaran. Namun sifatnya vital, yang artinya diharapkan mahasiswa tidak hanya melihat, melainkan bisa mengoperasikannya. Yang itu artinya alat memang perlu memiliki kualitas yang bagus, akurat dan presisi.
Ingatlah, nanti ketika kalian skripsi akan bertemu dengan analisis sampel dengan spektrofotometer, pengukuran absorbansi, pembuatan kurva standar, perhitungan konsentrasi larutan.
Oh ya ketika anda nanti bekerja atau melamar pekerjaan, keahlian mampu menggunakan spektrofotometer akan sangat dihargai pada bidang:
- Farmasi
- R&DQC (Quality Control)
- QA (Quality Assurance)
- Industri pangan
- Laboratorium lingkungan
- Laboratorium klinik
- Industri pangan
Oke setelah kita memahami fungsi spektrofotometer di laboratorium, mari kita lanjutkan ke prinsip kerja spektrofotometer.
Prinsip Kerja Spektrofotometer UV-Vis
Ada 2 hal yang kadang orang awam salah mengerti mengenai prinsip kerja spektrofotometer uv-vis dan cara bekerja dengan spektrofotometer. Prinsip kerja spektrofotometer lebih ke arah bagaimana mekanisme kerja spektrofotometer uv-vis. Sedangkan cara bekerja dengan spektrofotometer itu lebih ke arah bagaimana cara menggunakan spektrofotometer untuk keperluan pengujian.
Untuk memahami prinsip kerja spektrofotometer, saya akan memulai dari bagian-bagian internal pada spektrofotometer.
Lampu
Lampu adalah sumber cahaya utama pada alat spektrofotometer. Sering disebut juga light source atau lamp, kadang ada juga menyebutnya dengan istilah beam(ini kurang tepat). 3 jenis lampu pada spektrofotometer adalah tungsten, deuteurium dan xenon.
Monokromator
Bagian penting selanjutnya dari spektrofotometer adalah monokromator. Bagian ini adalah perangkat optik yang memiliki fungsi mengelola cahaya untuk kemudian difokuskan dan diubah menjadi memiliki beragam panjang gelombang. Dari beragam panjang gelombang tersebut nantinya akan dipilih sesuai dengan kebutuhan sampel. Secara teknis prinsip kerja monokromator adalah dengan memantulkan cahaya sesuai dengan sudut yang telah diperhitungkan.
Detektor
Bagian spektrofotometer yang satu ini memiliki peran penting, tugasnya adalah menangkap cahaya kemudian menerjemahkannya menjadi data. Data tersebut nantinya ditampilkan sebagai angka hasil pengukuran. Bisa merujuk pada data reference/blank ataupun nilai pengukuran sesungguhnya.
Main Board
Benda yang satu ini adalah otak dari bagaimana spektrofotometer dapat bekerja. Main board atau papan sirkuit elektronik merupakan bagian penting yang fungsinya untuk mengontrol keakuratan cahaya, sudut rekleksi, detektor dan menerjemahkan perintah pengguna. Sering juga disebut mother board karena fungsinya sebagai microcontroller atau menyematkan microprocessos.
Mekanisme Kerja Spektrofotometer

Prinsip kerja spektrofotometer atau mekanisme kerjanya dimulai dari lampu yang menyala dan menghasilkan cahaya. Cahaya tersebut kemudian difokuskan untuk tertuju pada monokromator. Pada monokromator terdapat celah kecil dimana cahaya akan masuk yang disebut dengan slit in. Cahaya kemudian akan mengenai lensa khusus yang dalam hal ini sering disebut prisma. Cahaya yang bersumber dari lampu tersebut sifatnya tunggal, sedangkan ketika sudah mengenai prisma cahaya tersebut akan dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi memiliki rentan panjang gelombang yang lebar. Setelah panjang gelombang cahaya yang diinginkan didapat, cahaya akan keluar melewati slit out.
Cahaya yang keluar akan melewati kuvet. Jika kuvet berisi blank maka cahaya masuk sama dengan cahaya keluar. Namun jika kuvet berisi sampel, kekuatan cahaya masuk dan cahaya yang sudah melewati sampel akan bernilai berbeda. Perbedaan kekuatan cahaya inilah yang sering disebut nilai absorbansi.
Berikut adalah video prinsip kerja spektrofotometer yang akan memudahkan anda untuk memahaminya:
Dengan melihat video prinsip kerja spektrofotometer tersebut akan membuat anda lebih mudah memahami mekanisme kerja bagian-bagian utama pada spektrofotometer.
Oh ya, pada beberapa pembahasan sebelumnya kita sesekali bersinggungan dengan jenis dan tipe spektrofotometer yang berbeda-beda. Untuk itu mari kita bahas juga mengenai jenis-jenis spektrofotometer.
Jenis Jenis Spektrofotometer
Jenis-jenis spektrofotometer bisa dibagi berdasarkan:
- Sumber cahaya
- Prinsip kerja
Berikut adalah penjelasan jenis spektrofotometer berdasarkan sumber cahayanya:
Spektrofotometer UV
Jenis spektrofotometer yang pertama adalah spektrofotometer Ultra Violet atau sekarang sering disebut spektrofotometer UV. Rentan panjang gelombang cahaya yang digunakan berada di kisaran 200-400nm. Jenis spektrofotometer ini sering juga disebut spektrofotometer sinar tak tampak, ya karena rentang panjang gelombang cahaya pada kisaran angka tersebut tidak mudah dilihat oleh mata manusia. Violet itu merujuk ke warna ungu. Nah yang saya ketahui warna ungu itu berada di rentan 380–425 nm. Jenis lampu yang digunakan pada spektrofotometer uv adalah lampu deuterium.
Spektrofotometer Vis
Jenis spektrofotometer yang kedua adalah spektrofotometer visible atau sekarang sering disebut spektrofotometer vis. Dikatakan visible karena memang cahayanya merujuk kepada panjang gelombang yang terlihat oleh mata manusia. Panjang gelombang cahaya spektrofotometer visible biasanya di rentan 400-800nm. Pada spektrofotometer visible jenis lampu yang digunakan adalah lampu tungsten.
Spektrofotometer UV-Vis
Jenis spektrofotometer yang ketiga adalah spektrofotometer uv vis. Ini adalah jenis spektrofotometer yang menggabungkan spektrofotometer uv dan spektrofotometer vis, maka jadilah spektrofotometer uv vis. Kemampuan panjang gelombang yang dihasilkan pada spektrofotometer uv vis adalah 190 hingga 1100nm. Pada spektrofotometer uv vis lampu yang digunakan ada 2, yakni lampu deuterium untuk uv-nya dan lampu tungsten untuk visible-nya. Oh iya, spektrofotometer uv vis juga memungkinkan menggunakan 1 lampu saja, namun lampunya cukup khusus yaitu lampu xenon.
Berikut adalah penjelasan jenis spektrofotometer berdasarkan prinsip kerjanya:

Spektrofotometer Single Beam
Jenis spektrofotometer single beam adalah spektrofotometer yang prinsip kerjanya cahaya hanya akan dilewatkan ke 1 buah lubang hingga nanti berujung pada detektor. Jika kalian masih ingat pada video prinsip kerja spektrofotometer, animasi tersebut adalah gambaran jelas spektofotometer single beam. Kuvet akan diletakan bergantian antara blank dan sampel. Pada spektrofotometer single beam yang jadul/lawas hanya terdapat 1 slot kuvet, sehingga setiap kali mengganti kuvet perlu membuka tutup covernya. Namun sekarang spektrofotometer single beam sudah ada fitur dengan 4 slot kuvet dan dilengkapi handle pull, sehingga sekali memasukan kuvet bisa sampai 4 buah dan untuk perpindah dari kuvet pertama ke kuvet selanjutnya tinggal di tarik dorong saja.
Spektrofotometer Double Beam
Jenis spektrofotometer yang kedua adalah spektrofotometer double beam. Prinsip kerjanya berbeda dari yang pertama, ada 1 buah komponen tambahan yang bertugas memecah sumber cahaya menjadi 2 jalur. Jalur cahaya yang pertama akan dilewatkan ke jalur kuvet blank, dan jalur cahaya yang kedua akan digunakan untuk kuvet sampel. Pada spektrofotometer double beam terdapat 1 sumber cahaya, terdapat beam splitter yang membagi cahaya menjadi 2 jalur, kemudian mengarahkannya kembali ke 1 detektor yang sama.
Spektrofotometer Split Beam
Jenis ketiga dari spektrofotometer adalah spektrofotometer split beam. Jenis ini tidak cukup familiar digunakan di Indonesia, namun tetap ada yang menggunakan dengan alasan yang lebih presisi. Prinsip kerja spektrofotometer split beam merujuk pada terdapatnya 2 buah detektor pada 1 alat spektrofotometer. Jadi pada spektrofotometer split beam terdapat 1 sumber cahaya yang akan dibagi menggunakan beam splitter, jalur cahaya pertama akan mengarah ke kuvet blank dan berakhir di detektor A, sedangkan jalur cahaya kedua akan mengarah ke kuvet sampel dan berakhir di detektor B.
Oke, setelah kita mengenal jenis-jenis spektrofotometer, akan timbul pertanyaan di pikiran anda, kapan kita perlu menggunakan spektrofotometer single beam dan kapan perlu menggunakan spektrofotometer double beam?
Mari kita bahas hal itu.
Perbedaan Spektrofotometer Single Beam dan Double Beam
Di laboratorium kita saat ini saya berada terdapat 2 jenis spektrofotometer yakni, spektrofotometer single beam dan spektrofotometer double beam. Kedua instrumen itu memang ada untuk digunakan sebagai perbandingan jelas mengenai perbedaan dan cara menggunakannya.
Pada spektrofotometer single beam penggunaannya jauh lebih sederhana, namun perulangan kuvet masuk dan keluar akan lebih sering. Sedangkan pada spektrofotometer double beam penggunaannya perlu lebih serius namun jumlah kuvet yang dimasukan bisa lebih banyak.
Spektrofotometer single beam cocok dimiliki untuk ketika budget terbatas dan penggunaan relatif sederhana dan rutin. Sedangkan spektrofotometer double beam bisa dikategorikan sebagai instrumen lab yang jauh lebih expert. Walaupun pada kondisi sekarang ini fitur spektrofotometer single beam dan double beam sudah sangat mirip.
Bagian yang saya sebutkan tadi hanya sebagai info tambahan, barangkali kalian menjadi kepala laboratorium(KaLab) atau bagian pembelian(Purchasing) yang mesti menentukan pembelian spektrofotometer.
Biasanya setelah tahu jenis spektrofotometer ingin tahu cara menggunakan spektrofotometer. Namun saya akan membahas terlebih dahulu mengenai bagian-bagian pada alat spektrofotometer.
Bagian Bagian Spektrofotometer
Oke, jika sebelumnya tadi saya sudah menyebutkan bagian-bagian spektrofotometer yang ada di internalnya seperti lampu, monokromator dan detektor. Sekarang saya akan jelaskan bagian spektrofotometer di bagian luar yang berhubungan dengan penggunaannya.
Rujukan saya kali ini kepada Spektrofotometer Single Beam Barcov BRQ-UV20CD.
Tombol Power
Letaknya berada di bagian belakang spektrofotometer. Umumnya berwarna merah menyala, fungsi utama sebagai switch untuk menyalakan dan mematikan daya spektrofotometer.
Cover
Bagian cover yang saya maksud disini adalah sejenis pintu untuk mengakses slot kuvet atau cuvette compartement. Cover ini juga sering disebut sample chamber cover atau cover chamber. Fungsi bagian ini adalah untuk memastikan area tersebut tetap terkondisikan(gelap) dan tidak ada gangguan cahaya dari luar.
Screen
Panel operasional alat spektrofotometer bisa saja berbeda-beda. Ada yang masih menggunakan switch berbentuk tombol, layar lcd touchsceen hingga tablet smartphone. Kelebihan panel operasional yang sudah menggunakan tablet adalah lebih mudahnya mengoperasikan dan mengakses segala fitur yang tersedia, tidak perlu terhubung dengan laptop atau PC dengan bantuan kabel. Kelebihan lainnya terhubung tanpa kabel juga memungkinkan tablet bisa dipindah dengan mudah ke area yang lebih nyaman.
Dengan mengetahui 3 bagian penting tadi pada spektrofotometer seharusnya anda sudah bisa menggunakannya.
Spesial untuk mahasiswa yang bernama Andi yang bercita-cita menjadi teknisi alat laboratorium, perlu diketahui juga bahwa pada bagian belakang spektrofotometer terdapat lubang-lubang port komunikasi.
Socket
Terdapat 4 jenis socket pada spektrofotometer uv vis BRQ-UV20CD diantaranya:
- Power supply socket. Digunakan untuk menghubungkan kabel power utama dengan stop kontak daya listrik 220v.
- RS-232. Bisa digunakan untuk terhuhung dengan PC yang menggunakan port komunikasi RS-232 juga.
- USB Type B. Biasa digunakan untuk terhuhung dengan PC yang menggunakan port komunikasi USB Type A. Biasaya dengan bantuan kabel USB type A to USB type B.
- USB Type A. Digunakan untuk penyimpanan data ke flash drive.
Nah, sekarang sudah tahu bagian-bagian pada spektrofotometer, mari kita lanjutkan pembahasan ke cara menggunakan spektrofotometer.
Cara Menggunakan Spektrofotometer
Saya: “Mari mulai mempelajari cara menggunakan spektrofotometer dengan mindset bahwa cara menggunakan spektrofotometer itu mudah.”
Saya akan membaginya menjadi beberapa bagian penting, diantaranya:
- Persiapan menggunakan spektrofotometer
- Pembacaan nilai absorbansi
- Selesai menggunakan spektrofotometer
Persiapan Menggunakan Spektrofotometer
Bagian awal dari menggunakan spektrofotometer adalah persiapan sampel. Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengerti sampel apa yang akan kita lakukan pengujian, bagaimana metode atau prosedur pengujiannya.
Misalnya kita ambil contoh ingin melakukan pengujian nitrat pada air limbah. Maka yang perlu kita cari tahu pertama kali itu, apakah ada SNI untuk pengujian nitrat pada air limbah. Ternyata terdapat SNI 6989.79:2011 yang memang membahas hal itu, yakni Cara uji nitrat dengan spektrofotometer uv-visibel secara reduksi kadmium pada air dan air limbah. Pada bagian ini nanti akan perlu disiapkan:
- Larutan Induk Nitrat
- Larutan Baku Nitrat
- Larutan Kerja Nitrat
Pembacaan Nilai Absorbansi
Setelah persiapan awal penggunaan spektrofotometer selanjutnya bisa mulai menyiapkan instrumen utama yaitu spektrofotometer uv vis. Berikut adalah tahapannya:
- Nyalakan alat spektrofotometer uv vis
- Tunggu dan pastikan spektrofotometer sudah siap digunakan
- Setting panjang gelombang di 543nm
- Mulai lakukan pengujian berdasarkan metode SNI 6989.79:2011
- Catat hasil pengukuran dan lakukan perhitungan.
Dokumentasi Penggunaan Spektrofotometer
Hal yang perlu diperhatian juga ketika menggunakan spektrofotometer diantaranya ialah dokumentasi. Beberapa jenis dokumentasi yang perlu diketahui diantaranya:
- Pencatatan hasil pengukuran pada formulir tersedia, bisa berupa file cetak seperti formulir kertas ataupun excel dan spreadsheet.
- Penamaan hasil scan berdasarkan inisial dan tanggal pengujian. Pada spektrofotometer dilengkapi antarmuka touchscreen fungsinya adalah agar user bisa memberikan penamaan langsung pada hasil pengujian. Pada spektrofotometer BARCOV data hasil pengujian akan tersimpan di aplikasi dan bisa dibuka sewaktu-waktu diperlukan.
Pencatatan ini biasanya akan merujuk pada GLP(Good Laboratory Practice) atau kegiatan laboratorium dengan baik. Salah satu hal yang berhubungan dengan GLP adalah akses terhadap penggunaan alat, dimana setiap pengguna peru username dan password ketika login ke instrumen.
Akhir Menggunakan Spektrofotometer
Selesai menggunakan spektrofotometer tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Ini penting untuk menjaga performa alat tetap dalam kondisi baik. Beberapa hal itu diantaranya:
- Pastikan tidak meninggalkan kuvet pada kuvet holder spektrofotometer
- Mencuci kuvet yang sudah digunakan dan mengeringkannya. Sehingga disimpan dalam kondisi sudah bersih.
- Mematikan spektrofotometer dan perangkat lainnya(tablet atau pc) sesuai dengan instruksi kerja.
- Jika tidak digunakan dalam waktu lama, menutupnya dengan cover sehingga terhindar dari debu.
Alat Spektrofotometer
Mari kita lanjutkan pembahasan ke alat spektrofotometer atau instrumen analitik spektrofotometer yang paling ideal untuk kebutuhan anda. Jenis yang paling tepat tentunya akan kembali lagi ke kebutuhan penggunaan anda di laboratorium. Anggap saja butuh spektrofotometer single beam atau spektrofotometer double beam. Bisa juga berorientasi kepada kebutuhan fitur alat, misal butuh alat spektrofotometer dengan fitur dasar untuk edukasi mahasiswa bisa menghitung nilai absorbansi. Bisa juga butuh spektrofotometer dengan fitur lengkap bagi para peneliti.
Beberapa pengujian pada spektrofotometer merujuk pada aplikasi sebagai berikut:
- Photometric
- Quantitative
- Wavelengh Scanning
- DNA/protein test
- Multi Wavelenght
- Custom Formula untuk keperluan penyesuaian pengujian
Fitur Spektrofotometer Barcov
Ragam produk spektrofotometer Barcov UV Series memiliki fitur yang anda perlukan. Berikut penjabarannya:
- Mudah digunakan dengan bentuk ergonomic dan tampilan touchscreen display tablet
- Fungsi yang powerful untuk berbagai pengujian
- Mudah perawatan. Bentuk Spektrofotometer Barcov UV Series didesain mengikuti kebiasaan penggunaan para laboran. Kuvet kompartemen yang mudah dibersihkan hingga socket lampu yang mudah dijangkau jika suatu waktu perlu pergantian lampu.
- Data transfer yang aman. Tersedia soket USB tipe A, B dan RS232 untuk kemudahan penggunaan bersama PC. Tersedia juga jalur komunikasi bluetooth untuk koneksi dengan tablet.
- Memungkinkan untuk ditambah accessories tambahan seperti 8-cell holder, peltier/sipper system dan reflection.
Keunggulan Produk Spektrofotometer Barcov
Hal lainnya yang berhubungan dengan keunggulan spektrofotometer Barcov adalah:
- Bersertifikat TKDN yang menjadi acuan implementasi pejabat pengadaan atas kepatuhan pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/jasa.
- Tersedia demo unit untuk coba langsung
- Garansi Produk 2 Tahun, ketersediaan sparepart 5 Tahun
- Instalasi dan training pengguna alat
- Produk Barcov sudah banyak digunakan di seluruh Indonesia
- Pembelian dilengkapi dengan UPS, PC dan Printer
- Bisa transaksi langsung atau melalui inaproc.
Spesifikasi Spektrofotometer Barcov UV Series
Berikut adalah detail spesifikasi teknis dari alat spektrofotometer Barcov UV Series:
| Model | BRQ-UV11A | BRQ-UV11B | BRQ-UV11C | BRQ-UV11SB | BRQ-UV21A | BRQ-UV21B | BRQ-UV21C |
| Wavelength Range | 190-1100 nm | ||||||
| Spectral Bandwidth | 2nm | 1nm | 0.5/1/2/4/5nm | 2nm | 2nm | 1nm | 0.5/1/2/4/5nm |
| Wavelength Accuracy | ±0.1nm@656.1nm, ±0.3nm@all | ||||||
| Wavelength Repeatability | <=0.1nm | ||||||
| Optical System | Single Beam, Grating 1200 lines/mm | Split Beam, Grating 1200 lines/mm | Double Beam, Grating 1200 lines/mm | ||||
| Photometric Accuracy | ±0.2%T(0~100%T), ±0.0005A(0-0.5A), ±0.0008A(0.5-1A) | ||||||
| Photometric Repeatability | ≤0.15%T (0-100%T), 0.0004A(0-0.5A), 0.0006A(0.5-1A) | ||||||
| Photometric Range | 0-400%T, -4~4A | ||||||
| Resolution | 0.00001Abs | ||||||
| Stray Light | <=0.03%T@220nm, 360nm | ||||||
| Stability | ±0.0001A | ||||||
| Baseline Flatness | ±0.0004A | ||||||
| Noise | 0.0005A@500nm | ||||||
| Work Mode | T, A, C, E | ||||||
| Scanning Speed | Hi, Med, Low (Max. 6000nm/min) | ||||||
| Display | 11-inch Touch Screen | ||||||
| Light Source | Deuterium & Tungsten Lamp | ||||||
| Detector | Silicon Photodiode | ||||||
| Cuvette Holder | 10mm manual 4-cell holder | 10mm single hole cell holder | |||||
| Output | Bluetooth/Cable Connectivity by Port | ||||||
| Power | AC 110-220V 50-60Hz | ||||||
| Gross Weight | 27kg | 45kg | 27kg | 45kg | |||
| Standard Accessaries | 10mm glass cuvette x 4, 10mm quartz cuvette(UV) x 2, Power cord, User’s Manual | ||||||
Tempat Jual Spektrofotometer
Setelah merasa cocok dengan produk spektrofotometer Barcov UV Series, tentu anda bertanya-tanya dimana tempat jual alat spektrofotometer uv-vis ini. PT. Barcov Teknologi Indonesia sebagai perusahaan pengembang alat laboratorium di Indonesia menjual alat spektrofotometer. Alamat kami saat ini di Ruko Villa Bogor Indah 2 Blok BB2 No. 6 Bogor, Jawa Barat, Indonesia. pin google maps : Google Maps. Anda juga bisa menghubungi customer service kami di WhatsApp : 0877-7727-7755 atau Telepon : (0251)-7504481.
Saat ini kami juga memiliki beberapa distributor alat laboratorium yang siap membantu anda yang memiliki kebutuhan alat spektrofotometer uv-vis. Untuk informasi lebih lengkap distributor di wilayah terdekat bisa menghubungi customer service terlebih dahulu.
Harga Spektrofotometer
Informasi penting lainnya tentang spektrofotometer adalah harga spektrofotometer. Informasi ini biasanya dibutuhkan oleh bagian pembelian di perusahaan atau PPK ketika ingin mengajukan pembelian instrumen. Kisaran harga spektrofotometer Barcov uv-series berada di kisaran 69 juta rupiah hingga 250 juta. Harga ini cukup variatif karena memang ada 11 jenis spektrofotometer yang berbeda-beda dalam spesifikasi dan kelengkapan pendukungnya. Adapun yang dimaksud dengan kelengkapan pendukung seperti cell holder, UPS, printer dan PC sebagai penunjang alat spektrofotometer.
Catatan Penting
Artikel ini dibuat oleh seorang penulis yang berpengalaman di dunia laboratorium. Dalam kesehariannya sering bertemu dengan para teknisi alat laboratorium analitik untuk service dan maintenance.
PT. Barcov Teknologi Indonesia sebagai perusahaan manufaktur alat spektrofotometer memiliki demo unit yang bisa anda lihat dan gunakan langsung untuk uji coba. Kami jual spektrofotometer beberapa tipe sesuai dengan kebutuhan anda. Alamat di Ruko Villa Bogor Indah 2 Blok BB2 No. 6 Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Whatsapp : 0877-7727-7755, email : admin@barcov.com, pin google maps : Google Maps
Demikian artikel spektrofotometer ini, kami sudah membahas banyak point mulai dari Gambar Spektrofotometer, Pengertian Spektrofotometer, Fungsi Spektrofotometer, Prinsip Kerja Spektrofotometer, Jenis Jenis Spektrofotometer, Bagian Bagian Spektrofotometer, Cara Menggunakan Spektrofotometer, Alat Spektrofotometer, Tempat Jual Spektrofotometer hingga Harga spektrofotometer. Semoga bermanfaat, jika ada yang kurang dimengerti bisa bertanya melalui kolom komentar. Terima kasih.





